Gubernur Bali Wayan Koster menjadikan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai kesempatan penting untuk memperkuat optimisme hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. Acara perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal China di Denpasar, Bali, pada Selasa (10/2/2026) ini menjadi wadah strategis. Koster menyampaikan bahwa Imlek harus dimanfaatkan untuk mempererat persahabatan, kerja sama, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.
Koster menyoroti kesamaan budaya, disiplin, dan etos kerja keras yang dimiliki Indonesia, khususnya Pulau Dewata, dengan China, serta spiritualitas yang tinggi di antara keduanya. Lebih lanjut, Gubernur Bali menekankan bahwa momentum Imlek 2026 juga memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.
Perayaan Imlek 2026 sendiri jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, menandai masuknya tahun 2577 Kongzili dalam kalender China dan merupakan Tahun Kuda. Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Zhang Zhisheng, menjelaskan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan elemen penting dalam keberagaman budaya Indonesia. Peluncuran logo Imlek Tahun Kuda 2026 oleh Pemerintah Indonesia menjadi simbol keharmonisan, inklusivitas sosial, dan kekayaan budaya yang ada.
Imlek 2026 sebagai Jembatan Diplomasi dan Budaya
Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas menyatakan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah kesempatan emas untuk memperkuat persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan China. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Imlek sebagai momentum untuk menumbuhkan optimisme dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Koster juga menggarisbawahi kesamaan mendasar antara Indonesia, khususnya Bali, dengan China. Keduanya memiliki kekayaan budaya yang mendalam, menjunjung tinggi disiplin, dikenal sebagai pekerja keras, dan memiliki spiritualitas yang kuat. Kesamaan ini menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan hubungan bilateral yang lebih erat.
Di sisi lain, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Zhang Zhisheng, melihat Tahun Baru Imlek sebagai representasi penting dari keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Menurutnya, peluncuran logo Imlek Tahun Kuda 2026 oleh Pemerintah Indonesia adalah bukti nyata dari keharmonisan, inklusivitas sosial, dan kekayaan budaya yang hidup berdampingan.
Makna Tahun Kuda dalam budaya tradisional Tiongkok, yang melambangkan semangat juang, kemajuan, dan tekad untuk terus maju, diharapkan dapat mendorong hubungan Tiongkok-Indonesia semakin dinamis dan berkembang pesat di tahun baru ini.
Potensi Ekonomi dan Pariwisata Bali-China
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama dalam penguatan hubungan RI-China melalui momentum Imlek 2026. Gubernur Koster meyakini bahwa perayaan ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi kedua sektor tersebut di Bali.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal China. Pada tahun 2025, tercatat 537 ribu wisatawan China mengunjungi Bali, meningkat dari 448 ribu pada tahun 2024. Meskipun demikian, angka ini masih lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2019 yang mencapai 1,2 juta turis dari Negeri Tirai Bambu.
Melihat potensi tersebut, kerja sama di masa mendatang dengan China tidak hanya akan terbatas pada sektor pariwisata. Koster mengusulkan perluasan kerja sama ke sektor pendidikan, termasuk pembangunan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, beasiswa, serta peningkatan kemampuan bahasa dan teknologi.
Harapannya, melalui inisiatif ini, generasi muda Indonesia akan memiliki daya saing global yang kuat, tanpa melupakan pentingnya menjaga jati diri bangsa dan kearifan lokal Bali.
Mempermudah Akses dan Pertukaran Antarnegara
Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok juga menunjukkan komitmennya untuk mempererat hubungan bilateral. Konsul Jenderal Zhang Zhisheng menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong pertukaran persahabatan dan kerja sama praktis antara Tiongkok dengan tiga provinsi wilayah konsuler, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Salah satu upaya konkret yang akan dilakukan adalah terkait layanan visa. Konsulat Jenderal China akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Tiongkok untuk mengoptimalkan proses persetujuan visa dan mempersingkat waktu pengajuan.
Langkah ini bertujuan untuk mempermudah kunjungan ke Tiongkok, baik untuk keperluan wisata, studi, kunjungan keluarga, maupun kegiatan lainnya, sehingga menjadi lebih mudah dan cepat.
Perayaan Imlek 2026 di Denpasar juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Penampilan barongsai, tari janger, serta lagu-lagu khas Mandarin, bahasa Indonesia, dan bahasa Bali turut memeriahkan acara, menunjukkan perpaduan budaya yang harmonis.
Sumber: AntaraNews






