Arus balik Lebaran 2026 menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemudik yang tiba di Terminal Leuwipanjang, Bandung, khususnya mereka yang hendak melanjutkan perjalanan ke Majalaya, Kabupaten Bandung. Keterbatasan armada Bus Rapid Transit (BRT) menjadi hambatan utama yang menyebabkan banyak pemudik kesulitan mencapai tujuan akhir mereka. Situasi ini menciptakan kekecewaan di tengah upaya mereka untuk kembali beraktivitas setelah merayakan Idulfitri.
Salah satu pemudik yang merasakan dampak langsung adalah Soleh (34), yang baru tiba bersama keluarganya dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena kehabisan bus untuk melanjutkan perjalanan ke Majalaya, tempatnya mencari nafkah. Soleh harus beristirahat di area terminal sambil mencari alternatif angkutan lain setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan.
Perjalanan Soleh dari Sukabumi memakan waktu hampir delapan jam akibat kemacetan parah di jalur wisata Palabuhanratu, Cipatat, hingga Padalarang. Setibanya di Terminal Leuwipanjang sekitar pukul 14.30 WIB, ia harus menelan pil pahit karena bus menuju Majalaya sudah tidak beroperasi, menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapinya dalam arus balik Lebaran kali ini.
Kendala Pemudik Menuju Majalaya
Soleh, seorang karyawan pabrik tekstil, mengungkapkan rasa kecewanya setelah menghadapi kemacetan panjang dari Sukabumi menuju Bandung. Perjalanan yang seharusnya lebih singkat, molor hingga hampir delapan jam karena padatnya lalu lintas di jalur Palabuhanratu dan sekitar Padalarang.
Ketika akhirnya tiba di Terminal Leuwipanjang sekitar pukul 14.30 WIB, ia mendapati bahwa bus terakhir menuju Majalaya sudah tidak tersedia. Kondisi ini memaksa Soleh untuk mencari alternatif angkutan lain, kemungkinan di sekitar Lapangan Tegalega Bandung, demi bisa sampai ke Majalaya.
Keterbatasan ini menjadi hambatan serius bagi pemudik yang mengandalkan transportasi umum untuk mencapai daerah-daerah penyangga seperti Majalaya. Banyak pemudik lain mungkin juga menghadapi situasi serupa, menambah kompleksitas perjalanan arus balik Lebaran 2026.
Keterbatasan Armada BRT dan Solusi Masa Depan
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, membenarkan bahwa operasional bus BRT ke Majalaya memang terbatas. Armada terakhir biasanya beroperasi sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB karena jumlah unit yang minim, hanya sekitar enam unit.
Armada BRT tersebut dikelola oleh pihak provinsi, yang menjelaskan mengapa penambahan unit tidak dapat dilakukan secara instan. Keterbatasan ini menjadi penyebab utama pemudik yang tiba di sore hari kesulitan mendapatkan angkutan langsung ke Majalaya.
Namun, Asep Hidayat memberikan harapan untuk masa depan. Ia menjelaskan bahwa saat Terminal Cicaheum ditutup untuk dijadikan depo BRT, dan area Selatan Terminal Leuwipanjang dioptimalkan sebagai titik operasional serta depo BRT, jumlah armada ke Majalaya dan tujuan lainnya akan ditambah. Penambahan armada ini diharapkan dapat mengatasi kendala transportasi di masa mendatang.
Puncak Arus Balik di Terminal Leuwipanjang
Terminal Leuwipanjang memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa (25/3), dengan perkiraan lebih dari 7.000 penumpang akan berangkat dari terminal tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Pada Senin (23/3), tercatat ada 5.200 penumpang yang berangkat menggunakan sekitar 200 bus, menandai dimulainya peningkatan arus balik. Sementara itu, dari arah Barat, Terminal Leuwipanjang masih menerima kedatangan sekitar 5.998 penumpang dengan 250 bus.
Tujuan favorit para penumpang pada periode arus balik ini meliputi Jakarta, Bekasi, Cikarang (Kabupaten Bekasi), Karawang, Depok, dan Bogor. Peningkatan jumlah penumpang yang berangkat ke kota-kota besar ini menunjukkan pola mobilitas pemudik yang kembali ke tempat kerja dan aktivitas rutin mereka.
Sumber: AntaraNews






