Ada sebuah ironi yang begitu terasa dalam kehidupan Generasi Z saat ini, terutama bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja. Mereka adalah generasi yang dibekali dengan informasi melimpah, semangat aktivisme, dan harapan tinggi akan masa depan. Namun, realitas ekonomi yang mereka hadapi seringkali jauh dari kenyataan.
Mimpi kemapanan, mulai dari punya rumah sendiri, mobil, hingga tabungan yang cukup untuk masa tua, terasa semakin jauh di tengah tekanan gaji UMR yang pas-pasan dan inflasi yang terus merangkak naik secara gila-gilaan.
Fenomena ini bukan sekadar keluhan, melainkan sebuah keresahan nyata yang menghimpit banyak anak muda di berbagai kota.
Gen Z tumbuh dengan janji-janji masa depan yang cerah. Orang tua mereka mungkin mendidik agar berprestasi di sekolah, kuliah di kampus bergengsi, dan kemudian akan mendapatkan pekerjaan yang enak dengan gaji besar






