Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap digitalisasi pendidikan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Beliau memaparkan visi untuk masa depan pendidikan nasional yang lebih maju.
Dalam pidato khususnya pada Kamis, 23 Januari, Presiden Prabowo menguraikan target ambisius. Setiap sekolah di Indonesia diharapkan memiliki setidaknya enam ruang kelas yang dilengkapi panel datar interaktif (IFP). Inisiatif ini menjadi langkah strategis pemerintah.
Program ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses teknologi pembelajaran. Tujuannya adalah menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebih adil. Upaya ini merupakan fondasi awal untuk kemajuan pendidikan.
Visi Ambisius Digitalisasi Ruang Kelas
Presiden Prabowo Subianto menyatakan harapan besar terkait program digitalisasi ini. “Kami berharap dalam tiga tahun, semua sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital,” ujar Prabowo saat menyampaikan pidato khusus di forum tersebut. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan renovasi signifikan pada tahun sebelumnya. Sebanyak 16.140 sekolah telah direnovasi untuk mendukung infrastruktur digital. Selain itu, 288.000 sekolah telah menerima satu unit IFP berukuran 75 inci sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional.
Pada tahun 2026, pemerintah berencana mendistribusikan satu juta unit IFP tambahan. Distribusi ini akan memungkinkan setiap sekolah melengkapi tiga hingga empat ruang kelas dengan panel digital. Cakupan akan diperluas secara bertahap hingga enam ruang kelas per sekolah.
Peningkatan Kualitas dan Pemerataan Akses
Program digitalisasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat keras. Presiden Prabowo menyebutkan bahwa inisiatif ini juga memungkinkan pemerintah memantau kualitas pengajaran secara real-time. Selain itu, keterlibatan siswa di berbagai daerah juga dapat dipantau.
Digitalisasi pendidikan adalah langkah kunci untuk memberdayakan generasi mendatang. Presiden menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat penting. Hal ini krusial untuk pertumbuhan jangka panjang dan keuntungan berkelanjutan bangsa.
Pendidikan memiliki peran sentral dalam kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai, sulit mencapai stabilitas dan kemakmuran. Kemampuan mengikuti sains dan teknologi modern juga menjadi prasyarat penting.
Pendidikan sebagai Fondasi Negara Maju
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kurangnya pendidikan dapat mengarah pada kegagalan negara. “Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang bisa berharap untuk stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf atau tidak mampu mengikuti sains dan teknologi modern,” tegasnya.
Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 berlangsung dari 19 hingga 23 Januari. Pertemuan tahunan ini mengusung tema “Semangat Dialog” untuk membahas tantangan ekonomi global. Acara ini mempertemukan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan pakar.
Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini menunjukkan komitmen Indonesia. Komitmen tersebut adalah untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi global. Ini juga untuk mempromosikan kebijakan strategis di tingkat internasional.
Sumber: AntaraNews






