Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat pergerakan kendaraan yang tinggi di kawasan wisata Pacira (Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali) pada Minggu. Hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 104.600 unit kendaraan telah melintasi area tersebut.
Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menjelaskan bahwa tingginya angka ini didominasi oleh wisatawan yang memanfaatkan momentum libur. Data tersebut merupakan akumulasi dari dua jalur utama menuju kawasan wisata, yaitu Ciwidey dan Pangalengan.
Peningkatan volume kendaraan menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengunjungi berbagai objek wisata di kawasan Pacira. Dishub Kabupaten Bandung terus memantau dan menyiagakan petugas guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode liburan ini.
Lonjakan Arus Lalu Lintas di Destinasi Wisata Bandung
Secara total, sebanyak 104.600 unit kendaraan tercatat melintas di kawasan Pacira pada Minggu, 22 Maret, hingga sore hari, dengan sebagian besar merupakan wisatawan yang ingin berlibur. Eric Alam Prabowo dari Dishub Kabupaten Bandung mengonfirmasi bahwa pergerakan ini terpantau tinggi di kedua jalur utama.
Rincian volume kendaraan menunjukkan bahwa jalur Ciwidey dilintasi sekitar 57.622 unit kendaraan untuk kedua arah. Sementara itu, jalur Pangalengan mencatat sebanyak 47.600 kendaraan pada hari yang sama.
Tingginya pergerakan ini menjadi indikasi kuat bahwa masyarakat memanfaatkan waktu libur untuk berwisata. Kawasan Pacira memang menjadi salah satu destinasi favorit di Kabupaten Bandung, menarik banyak pengunjung setiap akhir pekan dan libur nasional.
Perbandingan Volume Kendaraan Tahun 2025 dan 2026
Data rekapitulasi Dishub Kabupaten Bandung menunjukkan adanya perbandingan volume kendaraan kumulatif di jalur Ciwidey dan Pangalengan antara tahun 2025 dan 2026. Untuk jalur Ciwidey, volume kendaraan kumulatif pada tahun 2026 tercatat sebanyak 393.701 unit. Angka ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 389.117 unit kendaraan.
Di sisi lain, jalur Pangalengan menunjukkan tren yang berbeda. Pada tahun 2026, volume kendaraan tercatat sebanyak 370.005 unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, di mana volume mencapai 480.492 kendaraan.
Perbedaan tren ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan preferensi wisatawan atau kondisi infrastruktur di masing-masing jalur. Dishub akan terus menganalisis data ini untuk perencanaan dan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik di masa mendatang.
Upaya Dishub Kabupaten Bandung Menjaga Kelancaran Lalu Lintas
Dishub Kabupaten Bandung terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik jalur wisata guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali. Petugas Dishub disiagakan di lapangan untuk membantu pengaturan kendaraan, khususnya di titik-titik yang mengalami peningkatan volume signifikan.
Langkah-langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan memastikan kenyamanan serta keselamatan para wisatawan. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk penanganan situasi lalu lintas yang efektif.
Masyarakat diimbau untuk selalu tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan. Kepatuhan terhadap rambu-rambu dan petunjuk petugas sangat penting demi menjaga kelancaran serta keselamatan bersama selama perjalanan menuju kawasan wisata di Kabupaten Bandung.
Sumber: AntaraNews






