Kematangan Emosi dan Sosial
- Mampu berpisah dari orang tua: Anak tidak menangis histeris atau mengalami kecemasan berlebih saat ditinggal di kelas.
- Bisa mengontrol emosi dasar: Anak mulai bisa menenangkan diri saat kecewa dan tidak mudah tantrum saat menghadapi masalah.
- Tertarik berinteraksi dengan teman sebaya: Anak mau berbagi mainan, bermain bersama, dan mengerti konsep bergiliran. [1, 2, 3, 4]
Kemandirian dan Regulasi Diri
- Mandiri dalam kegiatan dasar (toilet training): Anak sudah bisa ke kamar mandi sendiri, memakai sepatu, dan membuka bekal makanannya tanpa bantuan penuh. [1, 2]
- Mampu mengikuti instruksi sederhana: Anak dapat merespons dan melakukan arahan dua langkah dari guru, seperti “Ayo ambil buku lalu duduk di lingkaran”. [1, 2]
- Bisa duduk tenang dalam durasi tertentu: Anak memiliki rentang perhatian yang cukup untuk mendengarkan cerita atau menyelesaikan tugas kecil.
[1]
Kemampuan Komunikasi dan Kognitif
- Dapat mengomunikasikan kebutuhan dengan jelas: Anak bisa menyampaikan secara verbal saat merasa lapar, haus, sakit, atau ingin ke toilet.
- Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi: Anak sering bertanya dan tertarik mengeksplorasi hal-hal baru di sekitarnya. [1, 2, 3]
Perkembangan Fisik dan Motorik
- Motorik kasar yang matang: Anak memiliki keseimbangan tubuh yang baik untuk berlari, melompat, dan bermain di halaman sekolah.
- Motorik halus yang siap: Otot tangan anak sudah cukup kuat untuk memegang pensil dengan benar, menggunakan gunting mainan, atau membuka kancing baju. [1]
Jika Anda sedang mempersiapkan si kecil, silakan beri tahu saya:
- Berapa usia anak Anda saat ini?
- Jenjang apa yang dituju? (PAUD/TK atau langsung SD?)
- Tanda mana saja dari daftar di atas yang sudah mulai terlihat?
Saya dapat memberikan tips stimulasi yang tepat di rumah agar transisi sekolahnya berjalan lancar.












