Waspada TBC Ginjal, Sering Terpeleset Dikira Infeksi Saluran Kemih

Tuberkulosis ginjal, atau yang dikenal sebagai TBC ginjal, adalah kondisi yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat karena umumnya mereka lebih mengenal TBC paru.

Menurut Dr. Christy Efiyanti, seorang spesialis penyakit dalam, TBC ginjal merupakan salah satu bentuk TBC ekstra paru yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis yang menyerang ginjal. Ia menjelaskan bahwa TBC ginjal biasanya terjadi akibat penyebaran kuman dari infeksi primer di paru-paru melalui aliran darah.

“Rute infeksi utamanya melalui inhalasi aerosol yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Ginjal memiliki banyak pembuluh darah dan dapat terinfeksi secara hematogen, melalui pembuluh darah limfatik, atau penyebaran langsung setelah infeksi primer dari paru atau usus,” ungkap Christy, seperti yang tercantum dalam laman IPB.

Proses infeksi ini dapat menyebabkan peradangan kronis di ginjal dan berpotensi berkembang menjadi nefritis tubulointerstisial, nekrosis papiler, serta fibrosis yang mengakibatkan kerusakan luas pada jaringan ginjal.

“Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk uropati obstruktif, hidronefrosis, dan gagal ginjal,” tambahnya.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat berdampak pada organ lain seperti ginjal, yang memerlukan perhatian medis yang tepat.

Gejala TBC ginjal sering kali disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih (ISK)

Gejala awal TBC ginjal sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda yang spesifik, sehingga diagnosis sering kali terlambat. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain nyeri saat berkemih, peningkatan frekuensi berkemih, atau bahkan perdarahan pada saluran kemih.

“Kadang hanya dikira sebagai infeksi saluran kemih biasa,” kata Christy.

Selain itu, gejala umum seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam juga bisa terjadi, meskipun tidak selalu muncul pada setiap pasien.

Penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. Keterlambatan dalam diagnosis dapat berakibat pada komplikasi yang lebih serius.

Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan deteksi dini, pengobatan dapat dilakukan lebih efektif dan hasilnya pun diharapkan lebih baik.

Jika mengalami gangguan saat berkemih, segera lakukan pemeriksaan

Karena gejala yang tidak spesifik, Christy menekankan pentingnya segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami masalah berkemih.

“Bila ada keluhan berkemih sebaiknya jangan ditunda, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologis untuk menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang sesuai,” tuturnya.

Penting untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama yang berkaitan dengan kesehatan berkemih. Melakukan konsultasi dengan dokter dapat membantu dalam menentukan langkah yang tepat dalam penanganan masalah kesehatan yang dialami.

Dengan melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat serta rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Oleh karena itu, sebaiknya segera mencari bantuan medis saat mengalami keluhan berkemih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *