PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat peningkatan arus kendaraan keluar Jakarta melalui jalan tol menjelang periode mudik Lebaran 2026. Pergerakan kendaraan tersebut mulai terlihat sejak H-19 Lebaran atau pada 2 Maret 2026.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan tren kenaikan volume kendaraan sebenarnya sudah mulai terdeteksi lebih awal, yakni sejak H-26 Lebaran atau pada 23 Februari 2026.
Data tersebut diperoleh dari pemantauan lalu lintas di empat gerbang tol utama yang menjadi jalur keluar Jakarta, yaitu Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
“Kami juga menyampaikan bahwa tren kendaraannya sampai dengan hari ini ini sudah mengalami pergeseran,” ujar Rivan dalam konferensi pers di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/3/2026).
Menurut catatan Jasa Marga, volume kendaraan yang melintasi empat gerbang tol tersebut selama periode H-26 hingga H-13 Lebaran berada pada kisaran 440 ribu hingga 540 ribu kendaraan per hari.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi lalu lintas pada hari normal yang berada di bawah 340 ribu kendaraan per hari.
Pergerakan Kendaraan Terus Bertambah
Rivan menjelaskan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui jalan tol terus mengalami peningkatan mendekati periode Lebaran.
Sebagai gambaran, jumlah kendaraan yang melintas pada H-20 Lebaran tercatat sekitar 450 ribu unit. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 490 ribu kendaraan pada H-13 Lebaran.
“Meningkatnya sebesar 3,26 persen dari H-26 sampai dengan H-20 atau minggu sebelumnya. Kemudian meningkat dibanding tahun sebelumnya adalah 4,15 persen,” jelas dia.
Selain kendaraan pribadi golongan I, Jasa Marga juga mencatat adanya peningkatan kendaraan logistik menjelang rencana pembatasan operasional yang akan diberlakukan mulai 13 Maret 2026.
Proporsi kendaraan angkutan barang non golongan I tercatat naik menjadi sekitar 30,2 persen dari total lalu lintas, lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang berkisar 28,6 persen.
Secara rinci, proporsi kendaraan logistik mencapai sekitar 31,2 persen pada periode H-26 hingga H-20 Lebaran, kemudian sedikit menurun menjadi 30,2 persen selama periode H-19 hingga H-13.












