Bupati Bandung Dorong Diversifikasi Ekonomi Kabupaten Bandung, Pertanian dan Wirausaha Jadi Kunci Penyerapan Tenaga Kerja

Bupati Kabupaten BandungDadang Supriatna, secara tegas mendorong masyarakatnya untuk tidak hanya bergantung pada sektor industri dalam mencari lapangan kerja. Upaya ini dilakukan untuk memperluas pilihan pekerjaan melalui pengembangan kewirausahaan dan sektor produktif berbasis potensi lokal. Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan di Bandung pada Senin, 12 Januari, sebagai bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menciptakan struktur ketenagakerjaan yang lebih beragam dan berkelanjutan. Dadang Supriatna menekankan pentingnya mengubah paradigma bahwa bekerja tidak harus selalu di pabrik. Sektor pertanian dan kewirausahaan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.

Menurut Bupati, menjadi pengusaha justru akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat, sehingga dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Inisiatif ini juga bertujuan untuk mengimbangi dominasi sektor jasa dan manufaktur dalam penyerapan tenaga kerja saat ini. Dengan demikian, Kabupaten Bandung dapat memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat.

Mengubah Paradigma Kerja dan Potensi Lokal

Angka pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini masih berada pada kisaran 6,2 persen dari total 1,8 juta jiwa penduduk usia produktif, atau setara dengan sekitar 232 ribu orang yang belum terserap lapangan kerja. Kondisi ini menjadi latar belakang utama bagi Bupati Dadang Supriatna untuk menggalakkan diversifikasi ekonomi. Ia melihat potensi besar di luar sektor industri.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar pekerja di Kabupaten Bandung, yakni 55,61 persen, saat ini bekerja di sektor jasa. Sektor manufaktur industri menyerap 37,59 persen tenaga kerja, sementara sektor pertanian hanya berkontribusi 6,8 persen. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya penguatan sektor pertanian dan kewirausahaan.

Pemerintah Kabupaten Bandung meyakini bahwa dengan mengoptimalkan potensi pertanian dan mendorong semangat kewirausahaan, akan tercipta lapangan kerja baru yang lebih inklusif. Hal ini juga akan mengurangi ketergantungan pada satu atau dua sektor dominan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih seimbang dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor untuk Penyerapan Tenaga Kerja

Perluasan lapangan kerja di Kabupaten Bandung tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Bupati Dadang Supriatna menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan dunia usaha. Sinergi ini krusial agar program penciptaan kerja dapat berjalan lebih terarah dan efektif.

Pihaknya menargetkan penyerapan minimal 10 ribu tenaga kerja per tahun, yang akan dikolaborasikan antara program nasional, provinsi, dan kabupaten. Kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat penurunan angka pengangguran di wilayah tersebut. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan akan memiliki dampak yang lebih spesifik dan terukur.

Berbagai kebijakan dan program ketenagakerjaan yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan hasil yang positif. Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa target pembukaan peluang kerja sekitar 10 ribu orang per tahun telah terlampaui. Pada realisasi tahun 2024 hingga 2025, capaian penempatan tenaga kerja sudah melampaui 20 ribu orang melalui berbagai program yang ada.

Edukasi Dini untuk Generasi Mandiri

Selain upaya jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Bandung juga merencanakan strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda. Rencana ini mencakup penanaman pemahaman dunia kerja sejak dini, bahkan dimulai dari jenjang pendidikan dasar. Inisiatif ini diharapkan dapat membentuk karakter yang kuat sejak usia muda.

Salah satu pendekatan yang akan diterapkan adalah pemanfaatan lahan sekolah sebagai media edukasi pertanian dan kewirausahaan. Melalui program ini, siswa akan diajarkan tentang praktik pertanian dan dasar-dasar kewirausahaan secara langsung. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan etos kerja dan kemandirian.

Bupati Dadang Supriatna berharap langkah tersebut dapat membentuk karakter generasi muda yang memiliki etos kerja, kemandirian, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. Dengan demikian, lulusan sekolah di Kabupaten Bandung akan lebih siap untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. Mereka akan memiliki bekal yang cukup untuk menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *