Libur panjang perayaan Hari Imlek 2026 telah mendorong peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di koridor Lampung-Sumatera Selatan. Tercatat, sebanyak 15.960 kendaraan melintasi ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka) pada momentum tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 16,39 persen dibandingkan dengan hari normal, menggambarkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan waktu libur.
Peningkatan volume kendaraan ini tidak hanya terjadi di Tol Terpeka, melainkan juga di berbagai ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) lainnya. PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola JTTS melaporkan adanya lonjakan trafik yang cukup merata. Kenaikan ini menjadi indikator penting terhadap aktivitas perjalanan antarkota dan kegiatan ekonomi yang meningkat selama periode libur.
EVP Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangan tertulisnya, menjelaskan bahwa momentum long weekend Imlek menjadi pendorong utama kenaikan trafik ini. Peningkatan mobilitas masyarakat ini menyoroti peran strategis JTTS dalam mendukung konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan layanan tol menjadi krusial untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Lonjakan Kenaikan Trafik Tol Imlek di Berbagai Ruas Sumatera
Trafik kendaraan di ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka) mencatat angka impresif selama libur Imlek 2026. Sebanyak 15.960 kendaraan melintasi jalur ini, menandakan peningkatan 16,39 persen dari kondisi lalu lintas harian normal. Lonjakan ini menunjukkan bahwa Tol Terpeka menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di koridor tersebut.
Selain Terpeka, beberapa ruas tol lain di Sumatera juga mengalami peningkatan trafik yang signifikan. Di Sumatera Selatan, Tol Palembang-Indralaya-Prabumulih (Palindra & Indraprabu) dilintasi 12.579 kendaraan, naik 19,90 persen dibandingkan trafik normal. Ini menegaskan bahwa konektivitas antar kota di Sumatera Selatan semakin vital.
Secara regional, Tol Betung-Tempino-Jambi (Bayung Lencir-Tempino) mencatat lonjakan sebesar 42,76 persen dengan 9.131 kendaraan melintas. Sementara itu, Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum-Baitussalam) menunjukkan kenaikan persentase tertinggi, yaitu 83,18 persen, dengan total 7.831 kendaraan. Peningkatan menyeluruh ini menegaskan peran penting JTTS dalam mendukung mobilitas regional.
Upaya Pengelola Tol Menjamin Kelancaran dan Keamanan
PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) secara kumulatif mencatat total trafik harian di seluruh ruas tol yang telah beroperasi mencapai 120.944 kendaraan. Angka ini meningkat 21,34 persen dibandingkan trafik normal, menunjukkan beban kerja yang lebih tinggi selama periode libur.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pemantauan trafik dilakukan secara berkelanjutan. Hutama Karya memastikan kesiapan petugas di lapangan, mengoptimalkan gardu tol, serta melakukan pengawasan intensif di titik-titik rawan kepadatan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari potensi kemacetan. Penting juga untuk mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang berlaku. Menjaga jarak aman antar kendaraan serta memanfaatkan fasilitas rest area apabila merasa lelah atau mengantuk adalah kunci menjaga keselamatan bersama selama perjalanan.
Sumber: AntaraNews








